Agungnya Kekuasaan Allah
Oleh: Nur Nisrina Hanif Rifda
Kulihat sejenak luasnya alam ini
Langit yang menjulang tinggi tanpa tiang
Bumi yang luas yang tak pernah kutemukan batas akhirnya
Gunung yang menjulang tinggi
Serta seluruh apa yang ada
Terbisik di dalam hatiku
Subhanallah, betapa agungnya Engkau
Dalam ciptaan alam
Ya Allah betapa kerdilnya diri ini dibandingkan diri-Mu
Betapa keterlaluannya diriku
Jikalau bermaksiat kepada-Mu
Akan tetapi sedihnya diriku melihat hamba-hamba-Mu
Selalu bermaksiat pada-Mu
Perintahmu mereka abaikan
Larangan-larangan-Mu mereka terjang
Ya Allah, jadikanlah diriku orang yang paling takut pada-Mu
Jadikanlah jiwaku orang yang selalu merasa diawasi oleh-Mu
Jadikanlah diriku orang yang selalu mentauhidkan-Mu
Amiin ya robbal’alamin.
**dikutip dari akun facebook Luthfi Nur Rosyidi
____________________________________________________
Puisi diatas mungkin terlihat biasa saja menurut beberapa orang. tapi siapa sangka bahwa kata-kata indah tersebut adalah hasil dari coretan tinta seorang anak yang baru berumur 6 tahun (ketika menulis puisi tersebut).
Nur Nisrina Hanif Rifda, anak istimewa ini memang hobi menulis, sejumlah karyanya sudah kerap kali menwarnai halaman koran Radar Bojonegoro yang merupakan anak turun dari Koran harian kenamaan Indonesia "Jawa Pos". Gadis kecil yang akrab disapa Ninis ini juga pernah mencatatkan prestasi menulisnya di tingkat provinsi, Ia berhasil meraih juara harapan II dalam ajang lomba menulis pada Festival Anak Muslim Provinsi Jawa Timur tahun 2012.
Putri sulung dari pasangan Bapak Mochamad Nurhadi dan ibu Fahtia Nur Rosyida ini memang istimewa, di usianya yang baru sepuluh tahun pada tanggal 28 April 2013 kemarin, gadis kecil yang kerap disapa Ninis ini sudah banyak mencatatkan prestasinya sendiri, baik prestasi di sekolah maupun prestasi diberbagai ajang lomba dan olympiade.
Ninis (tengah) dan ibunya (kanan) sesaat setelah menerima piala
pada Festival Anak Muslim Provinsi Jawa Timur tahun 2012
Ninis sehari-harinya belajar di MI Muhammadiyah 8 Bulu. Madrasah yang pernah disebut oleh Luthfi Nur Rosyidi (Om nya Ninis) dan akhirnya tenar dikalangan pengurus Madrasah dengan sebutan Madrasah Laskar Pelangi karena kondisi bangunannya mirip dengan keadaan SD Muhammadiyah yang ada pada Novel Laskar Pelangi (Filmnya belum rilis ketika itu). Namun seiring usaha yang dilakukan oleh mbah Abdul Manan Rosyid (Kakeknya Ninis) yang membuahkan hasil pembangunan ruang kelas baru, julukan tersebut perlahan menghilang dari perbincangan pengurus. Namun sampai sekarang masih menyisakan beberapa ruang yang belum berjendela dan belum berpintu karena beberapa proposal bantuan yang diajukan kepada Lembaga Sosial maupun Pemerintah belum juga membuahkan hasil. Di dalam salah satu ruang kelas yang belum berjendela dan berpintu tersebut Ninis belajar setiap hari dengan 8 temannya. Ia tetap bersemangat menerima berbagai pelajaran yang disampaikan oleh pendidiknya di Madrasah. Disela-sela waktu istirahatnya ia sering membuka buku tulis yang khusus dipergunakan untuk menulis olehnya kemudian mulai menulis cerpen atau apa saja yang ingin ia tulis. dan ketika Ninis sudah mulai menulis, saya (salah satu guru MIM 8 Bulu) yang biasanya suka sekali nimbrung dengan obrolan dan candaan khas anak-anak ketika istirahat pun tidak mendekati Ninis. Bukan karena tidak mempedulikan, tapi anak ini memang sedikit pemalu. Pernah suatu ketika saya mendapatinya sedang menulis, Ninis masih berumur 8 tahun (kelas IV) ketika itu. sewaktu ia tahu saya mendekatinya, ia langsung menutup buku dan menyimpannya, serta hanya menjawab dengan senyuman khasnya ketika saya tanyakan tentang apa yang ia tulis. Semenjak itulah saya tidak lagi menghampirinya ketika Ninis sedang menulis, khawatir akan menghilangkan ide atau inspirasi yang ia dapatkan ketika itu. dari hasil obrolan saya dengan Lek Ida (begitu saya memanggil ibunya Ninis), ketika di rumah pun ia juga seperti itu. Tidak mau begitu saja Ninis memperlihatkan tulisannya kepada orang lain, bahkan dengan ibunya sendiri. Ini saya simpulkan sendiri ketila Lek Ida menceritakan tentang teks Drama Panggung yang saya percayakan kepada Ninis untuk mengarang dan mengetiknya sendiri ia tolak untuk dilihat ibunya. Hasilnya membuat saya kagum, naskah drama yang ia serahkan dalam sebuah USB Flashdisk berjudul "Mimpi adalah Sebuah Kunci" mengangkat tema persahabatannya dengan 8 teman kelasnya. Dengan Dialog lengkap dengan narasinya yang akrab dan khas bergaya anak-anak, namun begitu dewasa dalam menyampaikan pesan persahabatan. Ninis, Ofi, Rila, Nadia, Lia, Laily, Mery, Rosyida, dan Khoirul memerankan dirinya masing-masing ketika bersekolah di MI Muhammadiyah 8 Bulu yang merupakan Madrasah yang minim fasilitas tapi tidak mengecewakan dalam hal prestasi. Alhasil, drama panggung yang dipentaskan dalam Malam Pentas Seni dan Kreatifitas siswa dalam rangka Pelepasan Siswa Tahun Pembelajaran 2011/2012 tersebut mendapatkan apresiasi tepuk tangan yang meriah dari penonton.
Sedikit cerita tentang Ninis, Siswi MI Muhammadiyah 8 bulu yang tidak hanya sering menumbuhkan senyum bangga dari bapak, ibu dan keluarganya, tapi juga para guru serta teman-temannya di Madrasah.
Nah buat anda yang ingin tahu karya-karya Ninis, dibawah ada link download beberapa cerita yang sudah dibukukan oleh Om nya Ninis yang dipersembahkan untuk Ninis pada usianya yang ke-sepuluh kemarin. kumpulan cerita ini merupakan karya-karya Ninis yang ditulisnya ketika berumur 4 - 6 tahun. Sebenarnya ada satu lagi kumpulan cerita yang sudah dibukukan dalam buku yang berjudul "Two Fairies". Tapi karena saya belum mendapatkan Softcopy dari penulis sendiri maupun keluarganya, jadi belum bisa saya upload dan disertakan linknya. Insya Allah lain waktu jika sudah saya dapatkan akan saya post di blog ini. Sekian.
Sedikit cerita tentang Ninis, Siswi MI Muhammadiyah 8 bulu yang tidak hanya sering menumbuhkan senyum bangga dari bapak, ibu dan keluarganya, tapi juga para guru serta teman-temannya di Madrasah.
Nah buat anda yang ingin tahu karya-karya Ninis, dibawah ada link download beberapa cerita yang sudah dibukukan oleh Om nya Ninis yang dipersembahkan untuk Ninis pada usianya yang ke-sepuluh kemarin. kumpulan cerita ini merupakan karya-karya Ninis yang ditulisnya ketika berumur 4 - 6 tahun. Sebenarnya ada satu lagi kumpulan cerita yang sudah dibukukan dalam buku yang berjudul "Two Fairies". Tapi karena saya belum mendapatkan Softcopy dari penulis sendiri maupun keluarganya, jadi belum bisa saya upload dan disertakan linknya. Insya Allah lain waktu jika sudah saya dapatkan akan saya post di blog ini. Sekian.
** Mohon maaf kepada semua pihak yang disebutkan disini tanpa meminta ijin lebih dahulu.
** Jika terdapat kesalahan mohon koreksi dengan meninggalkan pesan pada kolom komentar dibawah
