22 July 2013

TC Daarul Arqam 1434 H

Rasanya memang sudah lama juga laman Blog MI Muhammadiyah 8 Bulu tidak diupdate. Sebenarnya banyak berita yang seharusnya dapat kami sampaikan kepada anda sekalian. misalnya saja Pengangkatan Kembali Bapak Moch. Noor Rohman, S.Ag yang sebelumnya sudah mengajukan Surat pengunduran sebagai kepala Madrasah namun dengan diskusi dan banyak sekali pertimbangan, akhirnya beliaulah yang akan menahkodai kembali kapal MI Muhammadiyah 8 Bulu mengarungi samudera pendidikan yang belakangan ini banyak sekali tantangan yang tidak ringan.

Selain itu tentang Nilai Ujian Nasional siswi MI Muhammadiyah 8 Bulu yang tahun ini kembali cukup memberikan warna di dunia pendidikan Bojonegoro. Siswi kami yang bernama Faridatul Afifah Putri dari Bapak Abdul Haris mendapat peringkat 1 Nilai Ujian Nasional se-Kecamatan Balen dan masuk sepuluh besar Nilai UN tingkat Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Bojonegoro. Madrasah ini memang luar biasa ya, kalau di beberapa posting yang lalu kita sudah banyak membahas tentang Ananda Nur Nisrina Hanif Rifda yang sudah banyak mengharumkan MI Muhammadiyah 8 Bulu dengan segudang prestasinya di bidang menulis yang memang menjadi kegemarannya. Nah sekarang teman sekelasnya kembali mengukir prestasi dengan mencatatkan namanya pada posisi teratas di tingkat kecamatan dalam hal perolehan Nilai Ujian Nasional tahun Pelajaran 2012/2013.

Itu sekilas berita yang mungkin sebenarnya terlambat untuk kami sampaikan karena kendala koneksi internet kami yang memang hanya mengandalkan modem portable yang kecepatannya jauh dibawah kepuasan, untuk membagikan satu postingan saja terkadang harus dilakukan berulang-ulang. Selain itu juga faktor kesibukan yang memang tidak bisa diwakilkan apalagi ditinggalkan. Kami harus menyiapkan berbagai keperluan untuk menyambut Tahun Pelajaran baru dan juga kegiatan Ramadhan yang banyak menyita tenaga. Diantaranya adalah Training Centre Daarul Arqam yang pagi tadi dibuka langsung oleh Bapak Kepala MI Muhammadiyah 8 Bulu dan akan berlangsung selama tiga hari kedepan. Training Centre Daarul Arqam merupakan pusat pelatihan yang memand disediakan dan rutin diadakan oleh sekolah-sekolah Muhammadiyah maupun Pimpinan Muhammadiyah. tentu kita sudah sama-sama tahu tentang Al-Arqam yang rumahnya menjadi Madrasah/Sekolah Islam yang Pertama. berikut akan kami ceritakan singkat saja tentang Al Arqom.

Pembukaan TC Daarul Arqom MI Muhammadiyah 8 Bulu

Peserta TC Daarul Arqom MI Muhammadiyah 8 Bulu



Al-Arqam memang tidak sepopuler sahabat-sahabat yang lainya seperti Abu bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf dan lain sebagainya, tapi sangat memiliki peran yang sangat luar biasa dan penting di awal dakwah Rasulullah Saw. Beliau adalah orang yang meyediakan rumahnya sebagai tempat yang digunakan untuk membina para sahabat mempelajari dan memahami setiap wahyu yang turun, dan dalam literature sejarah tak banyak namanya disebutkan. Namun jasanya dalam perkembangan awal dakwah Islam tak bisa dilupakan dan menjadi barometer pembinaan dakwah. 

Sosok Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam inilah yang kita bicarakan. Dia lahir pada 673 Masehi. Dia seorang pedagang dan pengusaha yang sangat berpengaruh dari kabilah bani Makhzum dari kota Mekkah. 

Dalam sejarah Islam, dia termasuk kalangan yang awal masuk Islam bahkan, orang yang ketujuh dari As-Sabiqun al-Awwalun. Tempat tinggal beliau berlokasi tak jauh dari Bukit Safa. Di tempat inilah para pengikut Muhammad diajarkan berbagai pemahaman tentang agama Islam dan juga penggemblengan aqidah. 

Hampir setiap malam satu demi satu para sahabat secara bergantian keluar masuk rumah tersebut untuk dibina Rasulullah agar mereka menjadi pengemban dakwah. Sebelumnya rumah al-Arqam ini disebut Dar al-Arqam (rumah Al-Arqam) dan setelah dia memeluk Islam akhirnya disebut Dar al-Islam (Rumah Islam). Dari rumah inilah madrasah pertama kali ada. Al-Arqam juga ikut hijrah bersama dengan Rasulullah Saw ke Madinah. Beliau wafat pada tahun 675 masehi

Pada awal penyebaran Islam, Rasulullah Saw masih menyebarkan agama secara sembunyi-sembunyi. Muhammad mulai merasa perlu mencari sebuah tempat bagi para pemeluk Islam dapat berkumpul bersama. Di tempat itu akan diajarkan kepada mereka tentang prinsip-prinsip Islam, membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, menerangkan makna dan kandungannya, menjelaskan hukum-hukumnya dan mengajak mereka untuk melaksanakan dan mempraktikkannya. Pada akhirnya Rasulullah Saw  memilih sebuah rumah di bukit Shafa milik Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam. Semua kegiatan itu dilakukan secara rahasia tanpa sepengetahuan siapa pun dari kalangan orang-orang kafir. Rumah milik Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam ini merupakan Madrasah pertama sepanjang sejarah Islam, tempat ilmu pengetahuan dan amal saleh diajarkan secara terpadu oleh sang guru pertama, yaitu Muhammad Rasulallah Saw. Beliau sendiri yang mengajar dan mengawasi proses pendidikan di sana. . 

Mengapa Harus Rumah Al Arqam?

Rumahnya tersebut berada di pinggiran kota Mekkah, di Bukit Safa. Dan dapat kita bayangkan hiruk pikuknya kota Mekkah yang merupakan kota suci tujuan sentral peziarah agama samawi, sekaligus sebagai salah satu kota transit perdagangan kafilah-kafilah, tentunya kecil kemungkinan orang-orang akan memperhatikan siapa dan apa yang dilakukan orang lain.

Dengan fakta seperti ini, maka dengan menggunakan kediaman Arqam bin Abi Arqam tentunya akan sangat menguntungkan dalam menyebarkan dakwah awal secara sembunyi-sembunyi. Pergerakan yang dilakukan di rumahnya tidak akan mudah dicurigai oleh masyarakat, karena orang-orang tentunya tidak menyangka adanya keterkaitan Rasulullah dengan sahabat yang satu ini.

Justru disinilah letak kemisteriusan beliau dan sekaligus kelebihan yang dimilikinya, ketidak ternenalnya beliau memungkinkan orang orang Mekah tidak ambil pusing dan peduli dengan keadaan di rumah beliau, terlebih rumahnya yang jauh dari kota terletak dipinggiran.

Dan inilah kemudian menjadi pilihan Rasul untuk memilih tempat tersebut sebagai pusat dakwah awal Islam sungguh suatu strategi dakwah yang brilian.   

Ini merupakan sebuah ibrah yang dapat kita ambil dari sahabat Rasulullah yang satu ini. Ia merupakan salah satu orang penting dalam proses pergerakan dakwah, namun ia tidak memerlukan sebuah ketenaran. Perannya penting, namun tidak mengharapkan pujian. Seorang penyokong utama sebuah keberhasilan dakwah, namun riwayat hidupnya tidak tersampaikan oleh sejarah. Sungguh sebuah kerja besar yang ikhlas. 

Hal inilah yang mendorong pendidikan Muhammadiyah menggunakan  nama Al-Arqom sebagai pusat pelatihan dan pendidikan Islam, di sekolah Muhammadiyah sering digunakan nama Daarul Arqom, sementara di Pimpinan Muhammadiyah sendiri sendiri digunakan nama Baitul Arqom. Diharapkan dengan menggunakan Nama Al-Arqom, semoga bisa lahir di kalangan kita mujahid mujahid dakwah yang tak memerlukan ketenaran dan popularitas tapi terus bekerja di jalan dakwah yang tak juga memerlukan pujian tapi istiqomah dalam berjuang sebagaimana ungkapan mengatakan “Fursanan fiinahaar wa ruhbanan fillaili” ketika siang hari berjuang bagaikan singa yang siap menerkam musuhnya tanpa lelah, dan malam bagaikan rahib yang beribadah tanpa putus putus kepada sang Ilahi."

**Dikumpulkan dari berbagai sumber
Lihat Selengkapnya ...

22 May 2013

Tinja Pengharum Ruangan Juara III Olimpiade Turki

International Environment Project Olympiad. Inepo.com

Pengharum ruangan dari tinja sapi karya Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti, siswa SMA Muhammadiyah Babat, Lamongan, Jawa Timur, berhasil meraih juara III di ajang International Environment Project Olympiade (INEPO) 2013 di Istanbul, Turki, pada 17-20 Mei 2013.

“Ya, baru saja kami terima informasi ini beberapa waktu lalu,” kata guru SMA Muhammadiyah Babat, Emzita Taufiq, kepada Tempo, Selasa, 21 Mei 2013. Kabar gembira itu pun langsung disampaikannya ke Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Dinas Pendidikan Kabupaten.

Menurut dia, kedua siswa berprestasi itu kini masih berada di Istanbul, Turki, ditemani Kepala SMA Muhammadiyah Babat, Mustafit, dan guru bahasa Inggris. Mereka dijadwalkan baru pulang dalam dua hari ini.

Pihak sekolah belum mendapatkan informasi soal hadiah yang diterima juara III INEPO. Tetapi, yang terpenting, kata Emzita, siswi di sekolahnya bisa meraih prestasi tinggi dan bergengsi di bidang ilmu pengetahuan. “Kami syukuri itu,” kata Emzita.

Apalagi, di ajang INEPO ini, Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti bersaing ketat untuk beradu karya dengan peserta dari 50 negara. Di antaranya dari Kanada, Denmark, Finlandia, Jerman, Italia, Portugal, Malaysia, Amerika Serikat, Rusia, dan Polandia.

Sebelum diikutsertakan dalam lomba di Istanbul, Turki, pengharum ruangan dari tinja sapi ini sudah berhasil meraih juara I tingkat nasional pada ajang Indonesian Science Project Olympiade (ISPO) 2013. Karya mereka juga sudah diuji coba dan dipresentasikan di depan Bupati Lamongan Fadeli.


Lihat Selengkapnya ...

17 May 2013

Vote for Ninis

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Sesuai janji saya untuk ikut membantu Nur Nisrina Hanif Rifda si bocah istimewa siswi MI Muhammadiyah 8 Bulu untuk mewujudkan impiannya untuk menjadi penulis besar dengan mengikuti Audisi Semangat dari Biskuat. Seperti yang sudah kita bahas pada post terdahulu, Ninis sudah banyak mengukir prestasi dari kegemarannya menulis, mulai dari menulis skenario drama di sekolah sampai Prestasinya dengan mencatatkan namanya pada papan pemenang pada lomba menulis tingkat Provinsi Jawa Timur. Jadi tidak salah jika anda juga turut memberikan dukungan anda dengan turut memberi suara dalam voting Penulis naskah Film yang nantinya akan diproduksi oleh Produk Snack Kesukaan anak-anak Biskuat.

Pada beberapa posting kami di FanPage facebook MI Muhammadiyah Bulu sudah kami berikan petunjuk mengenai bagaiman cara memberikan suara (vote) untuk Ninis, tapi karena memang agak rumit jadi ada sebagian yang mengalami kesulitan untuk vote. nah berikut akan kami berikan tutorial beserta gambar agar sedikit lebih jelas.

Simak dan ikuti beberapa langkah berikut untuk memberikan suara buat Ninis menggunakan akun Facebook kita :
1. Silahkan masuk ke website biskuatdengan klik link ini http://biskuatsemangat.com
    Maka anda akan diarahkan ke halaman seperti pada gambar dibawah ini

 

2. Kemudian klik pada tombol "Masuk" dipojok kanan atas seperti pada gambar diatas yang saya beri kotak kuning. maka akan muncul jendela pop-up seperti gambar dibawah ini. Kemudian klik tulisan facebook yang saya beri kotak kuning.


4. setelah anda klik tulisan facebook, maka anda akan diarahkan ke halaman login facebook seperti dibawah ini.

Silahkan isikan email dan password akun facebook anda, kemudian klik login.
5. setelah anda klik log-in, mungkin akan berbeda tampilan pada setiap user. jika ada permintaan dari aplikasi biskuat maka klik saja pada tombol "OK". biasanya dua kali. tapi jika anda sudah pernah mengijinkan aplikasi ini untuk berjalan di Facebook anda maka tombol "MASUK" yang tadi kita klik akan berubah menjadi "Hai", dan diikuti dengan nama Facebook kita seperti gambar dibawah ini.

Tadaaaaa.. Jika muncul halaman seperti gambar diatas, maka registrasi kita sudah berhasil.

Nah setelah proses registrasi kita berhasil berikutnya tinggal kita lanjutkan dengan proses voting.
Caranya :
- silahkan klik "GALERI" yang ada di sebelah nama kita tadi. maka kita akan digiring ke halaman sperti gambar dibawah ini. kemudian cari  kolom pencarian seperti gambar dan ketikkan "nur nisrina hanif rifda" kemudian klik tombol "CARI"

Maka akan keluar halaman dengan video Ninis seperti pada gambar dibawah. 


Kemudian klik saja pada Thumbnail Video tersebut, dan akan keluar jendela pop-up lagi. seperti gambar dibawah.


Ini bagian yang terpenting
  • Perhatikan gambar bintang dan jumlah angka yang ada diatas jendela pop-up
  • Silahkan klik pada gambar bintang, jika angka yang ada disamping Bintang tersebut bertambah, maka vote kita telah berhasil.
Naaaah, demikianlah saudara-saudara sekalian, tutorial yang memang agak rumit. tapi jika anda memang benar-benar berniat membantu Ninis dan pastinya juga akan membawa Nama MI Muhammadiyah 8 Bulu, saya pikir tidak ada hal yang sulit. jika masih menemui kesulitan, silahkan tinggalkan komentar pada kotak dibawah yang sudah kami sediakan. 

Terima Kasih atas vote yang anda berikan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Lihat Selengkapnya ...

6 May 2013

Little Story in My School



Satu lagi Karya Ninis yang dimuat di Radar Bojonegoro edisi Minggu, 5 Mei 2013. Tapi kali ini banyak yang diedit oleh editor Radar Bojonegoro. Yang ada di gambar di akhir post ini adalah versi yang sudah dimuat. yang masih berupa text ini adalah versi aslinya. Tulisan ini memang sengaja Ninis persembahkan khusus untuk MI Muhammadiyah 8 Bulu yang tak lama lagi akan Ninis tinggalkan, dan juga teman-teman sekelasnya yang sebentar lagi akan saling berpisah untuk menempuh pendidikan di jenjang SLTP. Silahkan dibaca :-) Ada saya juga loo dicerita ini. hehe :-D

*********************************************************************************


LITTLE STORY  IN  MY SCHOOL
Oleh : Nur Nisrina Hanif Rifda


Sekolahku, sekolahku adalah sebuah sekolah kecil yang termangu-mangu. Terletak di dalam sebuah desa kecil yangindah. Dikelilingi pepohonan rindang dan sungai yang mengalir deras. Sekolahku ini dibangun sekitar tahun 70-an. Dulu, bentuk sekolahku berkesan tua dan lebihmirip kandang kambing daripada sekolah. Berdinding papan, beratap bocor, lacimeja penuh telur semut dan sarang laba-laba, papan tulis kayu yang dimakanrayap dan meja yang sudah lapuk.

Tapi sekarang, bentuk sekolahkusudah lebih baik, berkat donatur-donatur yang menyumbang, Uang yang terkumpulcukup banyak dan mampu dibuat renovasi. Sekarang pun sudah ada lantai dua. Ya,walaupun lantai duanya masih berlantai tanah tetapiaku dan teman-temanku sudahcukup nyaman belajar disini.

Oke, Aku akan bercerita sedikittentang kelasku. Kelasku adalah satu-satunya ruangan yang terletak di lantaiatas. Dari balkonnya, kalau kita mau melongok sedikit pasti akan terkesima olehpemandangan yang....so beautiful. Walaupun begitu, bisa dibilang, kelas kamiadalah kelas termiskin di sekolah.

Bayangkan, murid yang menempatinyahanya ada sembilan. Dulu kami sekelas memang bersepuluh, tapi salah seorangkawan kami pindah ke sekolah lain. Karena hanya ditempati oleh murid yangsedikit, uang kas kami pun juga tak banyak, per minggu paling banyak hanya bisamenghasilkan Rp.10.000,-. Uang itu harus dibagi untuk membeli keperluan KelasKami yang menumpuk. Sapu, Tempat sampah, Penghapus, Papan Tulis, Penggaris, Kertas  untuk membuat Prakarya, Lap Meja, Taplak, sekotakkapur setiap Minggunya, bahan-bahan praktik Sains, sampai hiasan kelas.

Terkadang, kami membuat HiasanKelas dari kaleng bekas minuman.Untuk lap meja dan taplak,Kami membawa sendiri sisa sisa kain perca dari rumah. Atau,kami menemukan kain perca di pinggir jalan, lalu kami cuci bersama-sama di sungaisampai bersih. Dan yang paling membuat kami jengkel adalah, sapu ataupun tempatsampah yang sudah susah payah didapat terkadang diangkut ke bawah dan takdikembalikan.Kalau sudah begitu, terpaksa, kami harus rela mengorbankan sedikittenaga Kami untuk naik turun tangga.
                                                      ..........
Sekolah Kami juga merupakan saksi bisu pertengkaran pertengkaran kecil Kami sebagai Warga Satu Sekolah. Akankuceritakan salah satu pertengkaran Kami
                                                     ...........
“Assalamu’alaikum”.Ucapku ketika memasuki Kelas. Di Kelas, hanya ada Lia dan Rosyida. Mereka tampak saling menyendiri. Lia di balkon, sedangkan Rosyida duduk sambil menulissesuatu di bukunya.

“Eh, enggak dijawab nih salamnya? Dosa,lho!”.Ujarku sambil duduk di kursiku.

“Wa’alaikumsalam!”Lia dan Rosyida kompak menjawab salam.

“Cieee...Kompakbanget,sih!” Komentarku sambil bertepuk tangan.

“Nis,turunyuk! Semoga hari ini main voli lagi di lapangan,” Ajak Lia.

“Janganvoli dong! Tanganku sakit nih?! Gara gara kena Bola voli” Sahutku.

Tak Lamakemudian, Rilla dan Nadia masuk kelas tanpa mengucapkan salam. Ya memang begitulah kelasku, hanya satu dua anak yang masih mengucap salam.

“Eh, udahngerjain PR Matematika, belum?”Tanya Rilla. Dia memang aktif banget kalau dalamhal ....mengerjakan PR!!

“Oh ya,Aku lupa!”Lia berlari ke arah kursinya, mengambil buku tulis dan tempat pensillau.....menghampiri Rilla.

“Ril, akupinjem tugasmu ya?” Pinta Lia. Rilla menggeleng dan menutup bukunya, Liamendesah kecewa.

Akutertawa kecil dan menuruni tangga. Dibawah, Aku bertemu dengan Ofi, Mery danLaili yang baru datang.

“Hei, udahngerjain PR, belum?!”Sapaku.

“Mati,Aku!”Mery menepuk keningnya dan berlari menaiki tangga. Aku hanya geleng-gelengkepala.

Akhirnya,Pak Fa’ul yang mengajar olahraga datang. Kemudian, Kami berkumpul membentukbarisan.

“Hari ini,kita olahraga di lapangan timur saja ya!” Ujar Pak Fa’ul

“Yaah....Pak.di lapangan Barat saja ya Pak!” Pinta anak laki-laki yang memang hobi main boladi lapangan Barat. Kalau perempuan, enggak dapat tempat olahraga!

“Tadimalam hujan, jadinya lapangan barat becek, kalau lapangan timur kan sudahdisemen” lanjut Pak Fa’ul, kami terpaksa menurut.

Sesampainyadi lapangan Timur, anak laki-laki langsung membentuk grup untuk sepak bola.Sementara anak perempuan saling meluruskan kaki dan beristirahat sejenaksebelum berolahraga.

Oh ya,lapangan Timur ini dekat dengan rumahku lho! Hanya berjarak 2 rumah ke arahtimur. Aku juga sering bermain sepeda disini bareng anak-anak tetanggaku.

“Eh, main lompattali yuk!” Ajakku. Teman-teman menyambut dengan gembira. Kami bermain dengansenang. Melompat-lompat seperti kelinci.

Usaibermain lompat tali, kami bermain sepak bola. Tentu saja, karena kami tidaktahu aturan sepakbola kecuali handsball, gol, pelanggaran, arti kartu merah dankuning, jadinya bermain amburadul ha..ha..ha..
Setelahbermain sepak bola, kami beristirahat sejenak. Sementara Aku, Laili, Lia dan Merypergi untuk melihat burung kakatua yang dimiliki seorang warga. Ketika kamikembali bergabung dengan teman-teman yang lain, kami melihat mereka sedangbergosip. Kelihatannya, sedang ngegosipin Rosyida.

“Lagingegosipin siapa sih?” tanya Mery ingin tahu. Serentak, semuanya menoleh.

“Eh, kamu ngerasa ada yang aneh nggak dengan Rosyida?”Tanya Nensi, salah satu anak kelas5. Aku mengangkat bahu. Sementara Lia memandang Rosyida yang sedang bermainmasak-masakan bersama anak-anak perempuan kelas 4.

“Dia ituanaknya suka mencari-cari kesalahan anak lain. Ngerasa dirinya paling benar.”Kata Rilla.

“Iyatuh..setiap kali kita bikin kesalahan, dia pasti sok jadi pahlawan kesiangan”sambung Ofi.

Usai olahraga...

Kamisengaja ganti baju terpisah dari Rosyida. Biar dia merasa, ditinggal sahabatitu kayak gimana rasanya. Dulu, dia sering membiarkan kami sendiri tanpa adayang menemani.

Usai gantibaju, kami cepat-cepat kembali ke kelas. Di kelas, Rosyida tampak menggambarsesuatu di buku corat coretnya. Tiba-tiba...

“Eh, kita bikin grup khusus 7 anak yuk!” ajak Rilla.

“Kitakeluar yuk, disini sumpek !” Keluh Merry. Kamipun keluar kelas.

“Gimanakalo nama grupnya ...mmmm... LaNiNa MeLiOLi” Usul Ofi

“LaNiNaMeLiOLi?” Kami bicara serentak

“Iya,gimana, bagus nggak?” tanya Ofi

“Bagus kok!” jawab kami serempak.

Keesokanharinya, Rosyida tampaknya tidak masuk sekolah hari ini. Mungkin, dia stresskali ya, aku sebenarnya agak nggak tega. Tapi apa boleh buat, setiap kali akudapat nilai bagus, dapat barang baru, bahkan saat pertama kali aku pakaikacamatapun digosipkan. Padahal kan aku pakai kacamata karena butuh, bukanuntuk sekedar action ato biar keren, meskipun dengan kacamata aku juga tambahkeren sich,ha ha ha.

“Ternyatanggak ada Rosyida itu nggak enak ya” kata Khoirul, satu-satunya anak laki-laki dikelasku.

“Tapi kitasudah banyak disakiti sama dia” sahut Ofi

“Allah ajaMaha Pengampun, masa kita sebagai hambaNya nggak bisa memaafkan sih. Kita kanmemang sudah ditakdirkan untuk berteman” kataku lagi.

“Memangnya,kamu ikhlas maafin dia? Tanya Rilla

“Enggakjuga sih” jawabku enteng. Serentak, semua anak melempariku dengan menggunakanbola-bola kertas. Sementara aku tiarap di bawah meja.

Keesokanharinya di sekolah, Rosyida datang lagi ke sekolah. Ketika dia datang kamiserempak menyanyikan lagu Cakra Khan.

“Kuberlari,kau terdiam..kau menangis ku tersenyum” kami menyanyi dengan kompak.

Tetapi,kamipun tak sanggup berlama-lama memperlakukan Rosyida seperti itu. Bagaimanapunjuga, kami juga bisa merasakan sedihnya dimusuhi sama teman, sekelas lagi.Akhirnya kami bersepakat untuk menyapa Rosyida lagi dan mengingatkan dia untuktidak suka menggosipkan teman lagi. Kamipun bermaafan dan berpelukan.
....

Itulah secuil kisah tentang riak-riak kecil disekolahku. Amanat yang ingin aku sampaikan melalui cerita ini adalah;bersyukurlah atas apapun dan bagaimanapun sekolahmu atau tempatmu menuntutilmu. Di sekolah, kami menemukan kebahagiaan yang belum pernah kami temukansebelumnya. Di sana, kamu bertemu guru-guru yang baik hati, kawan, sahabatsetia, disanalah rumah keduamu.

Coba pandangi lagi gedung sekolahmu. Jika dilihat sisi luarnya saja, sekolahmu tampak sebagai benda mati. Tapi, jika dilihat sisi dalamnya, sekolahmu akan tampak sebagai tempat terindah dihidupmu.Bagiku, sekolahku adalah sekolah terbaik di muka bumi ini. Disinilah tempatku berbagi cerita sekaligus menuntut ilmu. Disinilah, aku menemukan kebahagiaan yang berarti. Terukir sejuta kenangan di dindingnya.

Sayang, seribu sayang, aku harus pergimenapakkan kaki keluar dari sini. Takkan pernah kulupa tentangmu sekolahku...good bye my lovely school


Lihat Selengkapnya ...

3 May 2013

Dibalik Kelas Tak Berpintu


Agungnya Kekuasaan Allah


Kulihat sejenak luasnya alam ini
Langit yang menjulang tinggi tanpa tiang
Bumi yang luas yang tak pernah kutemukan batas akhirnya
Gunung yang menjulang tinggi
Serta seluruh apa yang ada


Terbisik di dalam hatiku
Subhanallah, betapa agungnya Engkau
Dalam ciptaan alam
Ya Allah betapa kerdilnya diri ini dibandingkan diri-Mu
Betapa keterlaluannya diriku
Jikalau bermaksiat kepada-Mu
Akan tetapi sedihnya diriku melihat hamba-hamba-Mu
Selalu bermaksiat pada-Mu
Perintahmu mereka abaikan
Larangan-larangan-Mu mereka terjang

Ya Allah, jadikanlah diriku orang yang paling takut pada-Mu
Jadikanlah jiwaku orang yang selalu merasa diawasi oleh-Mu
Jadikanlah diriku orang yang selalu mentauhidkan-Mu
Amiin ya robbal’alamin.


**dikutip dari akun facebook Luthfi Nur Rosyidi

____________________________________________________


Puisi diatas mungkin terlihat biasa saja menurut beberapa orang. tapi siapa sangka bahwa kata-kata indah tersebut adalah hasil dari coretan tinta seorang anak yang baru berumur 6 tahun (ketika menulis puisi tersebut). 

Nur Nisrina Hanif Rifda, anak istimewa ini memang hobi menulis, sejumlah karyanya sudah kerap kali menwarnai halaman koran Radar Bojonegoro yang merupakan anak turun dari Koran harian kenamaan Indonesia "Jawa Pos". Gadis kecil yang akrab disapa Ninis ini juga pernah mencatatkan prestasi menulisnya  di tingkat provinsi, Ia berhasil meraih juara harapan II dalam ajang lomba menulis pada Festival Anak Muslim Provinsi Jawa Timur tahun 2012.
Putri sulung dari pasangan Bapak Mochamad Nurhadi dan ibu Fahtia Nur Rosyida  ini memang istimewa, di usianya yang baru sepuluh tahun pada tanggal 28 April 2013 kemarin, gadis kecil yang kerap disapa Ninis ini sudah banyak mencatatkan prestasinya sendiri, baik prestasi di sekolah maupun prestasi diberbagai ajang lomba dan olympiade.
Ninis (tengah) dan ibunya (kanan) sesaat setelah menerima piala
pada Festival Anak Muslim Provinsi Jawa Timur tahun 2012


Ninis sehari-harinya belajar di MI Muhammadiyah 8 Bulu. Madrasah yang pernah disebut oleh  Luthfi Nur Rosyidi (Om nya Ninis)  dan akhirnya tenar dikalangan pengurus Madrasah dengan sebutan Madrasah  Laskar Pelangi karena kondisi bangunannya mirip dengan keadaan SD Muhammadiyah yang ada pada Novel Laskar Pelangi (Filmnya belum rilis ketika itu). Namun seiring usaha yang dilakukan oleh mbah Abdul Manan Rosyid (Kakeknya Ninis) yang membuahkan hasil pembangunan ruang kelas baru, julukan tersebut perlahan menghilang dari perbincangan pengurus. Namun sampai sekarang masih menyisakan beberapa ruang yang belum berjendela dan belum berpintu karena beberapa proposal bantuan yang diajukan kepada Lembaga Sosial maupun Pemerintah belum juga membuahkan hasil. Di dalam salah satu ruang kelas yang  belum berjendela dan berpintu tersebut Ninis belajar setiap hari dengan 8 temannya. Ia tetap bersemangat menerima berbagai pelajaran yang disampaikan oleh pendidiknya di Madrasah. Disela-sela waktu istirahatnya ia sering membuka buku tulis yang khusus dipergunakan untuk menulis olehnya kemudian mulai menulis cerpen atau apa saja yang ingin ia tulis. dan ketika Ninis sudah mulai menulis, saya (salah satu guru MIM 8 Bulu) yang biasanya suka sekali nimbrung dengan obrolan dan candaan khas anak-anak ketika istirahat pun tidak mendekati Ninis. Bukan karena tidak mempedulikan, tapi anak ini memang sedikit pemalu. Pernah suatu ketika saya mendapatinya sedang menulis, Ninis masih berumur 8 tahun  (kelas IV) ketika itu. sewaktu ia tahu saya mendekatinya, ia langsung menutup buku dan menyimpannya, serta hanya menjawab dengan senyuman khasnya ketika saya tanyakan tentang apa yang ia tulis. Semenjak itulah saya tidak lagi menghampirinya ketika Ninis sedang menulis, khawatir akan menghilangkan ide atau inspirasi yang ia dapatkan ketika itu. dari hasil obrolan saya dengan Lek Ida (begitu saya memanggil ibunya Ninis), ketika di rumah pun ia juga seperti itu. Tidak mau begitu saja Ninis memperlihatkan tulisannya kepada orang lain, bahkan dengan ibunya sendiri. Ini saya simpulkan sendiri ketila Lek Ida menceritakan tentang teks Drama Panggung yang saya percayakan kepada Ninis untuk mengarang dan mengetiknya sendiri ia tolak untuk dilihat ibunya. Hasilnya membuat saya kagum, naskah drama yang ia serahkan dalam sebuah USB Flashdisk berjudul "Mimpi adalah Sebuah Kunci" mengangkat tema persahabatannya dengan 8 teman kelasnya. Dengan Dialog lengkap dengan narasinya yang akrab dan khas bergaya anak-anak, namun begitu dewasa dalam menyampaikan pesan persahabatan. Ninis, Ofi, Rila, Nadia, Lia, Laily, Mery, Rosyida, dan Khoirul memerankan dirinya masing-masing ketika bersekolah di MI Muhammadiyah 8 Bulu yang merupakan Madrasah yang minim fasilitas tapi tidak mengecewakan dalam hal prestasi. Alhasil, drama panggung yang dipentaskan dalam Malam Pentas Seni dan Kreatifitas siswa dalam rangka Pelepasan Siswa Tahun Pembelajaran 2011/2012 tersebut mendapatkan apresiasi tepuk tangan yang meriah dari penonton.

Sedikit cerita tentang Ninis, Siswi MI Muhammadiyah 8 bulu yang tidak hanya sering menumbuhkan senyum bangga dari bapak, ibu dan keluarganya, tapi juga para guru serta teman-temannya di Madrasah.
Nah buat anda yang ingin tahu karya-karya Ninis, dibawah ada link download beberapa cerita yang sudah dibukukan oleh Om nya Ninis yang dipersembahkan untuk Ninis pada usianya yang ke-sepuluh kemarin. kumpulan cerita ini merupakan karya-karya Ninis yang ditulisnya ketika berumur 4 - 6 tahun. Sebenarnya ada satu lagi kumpulan cerita yang sudah dibukukan dalam  buku yang berjudul "Two Fairies". Tapi karena saya belum mendapatkan Softcopy dari penulis sendiri maupun keluarganya, jadi belum bisa saya upload dan disertakan linknya. Insya Allah lain waktu jika sudah saya dapatkan akan saya post di blog ini. Sekian.




** Mohon maaf kepada semua pihak yang disebutkan disini tanpa meminta ijin lebih dahulu.
** Jika terdapat kesalahan mohon koreksi dengan meninggalkan pesan pada kolom komentar  dibawah


Lihat Selengkapnya ...

21 April 2013

Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)

Penjelasan Singkat 

NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) merupakan layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara nasional yang dikelola oleh Pusat Data dan Statistik Kemdiknas yang merupakan bagian dari program Dapodik (Data Pokok Pendidikan) Kementerian Pendidikan Nasional.

Layanan NISN menerapkan sistem komputerisasi yang terpusat dan online untuk pengelolaan nomor induk siswa skala nasional sesuai Standar Pengkodean yang telah ditentukan. Setiap siswa yang terdaftar pada Layanan NISN akan diberi kode pengenal identitas siswa yang bersifat unik, standar dan berlaku sepanjang masa yang membedakan satu siswa dengan siswa lainnya di seluruh sekolah se-Indonesia. Mekanisme penentuan dan pemberian kode pengenal identitas siswa tersebut prosesnya dilakukan secara otomatis oleh mesin komputer pada Pusat Layanan NISN. Penentuan dan pemberian kode pengenal identitas siswa tersebut berdasarkan pengajuan atau masukan (entry) sumber data siswa yang telah divalidasi/diverifikasi oleh setiap sekolah dan atau Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten secara online.. Hasil dari proses pemberian kode identifikasi oleh Pusat Sistem NISN tersebut ditampilkan secara terbuka dalam batasan tertentu melalui situs NISN (http://nisn.data.kemdiknas.go.id./).

Tujuan dan Manfaat

Mengidentifikasi setiap individu siswa (peserta didik) di seluruh sekolah se-Indonesia secara standar, konsisten dan berkesinambungan. Sebagai pusat layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara online bagi Unit-unit Kerja di Kemdiknas, Dinas Pendidikan Daerah hingga Sekolah yang bersifat standar, terpadu dan akuntabel berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi terkini. Sebagai sistem pendukung program Dapodik dalam pengembangan dan penerapan program-program perencanaan pendidikan, statistik pendidikan dan program pendidikan lainnya baik di tingkat pusat, propinsi, kota, kabupaten hingga sekolah, seperti: BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Ujian Nasional, Pangkalan Data dan Informasi Pendidikan, Sistem Informasi Manajemen Sekolah hingga Beasiswa.

 Bagi anda yang ingin mengetahui Data Siswa atau putra-putri anda, silahkan klik http://nisn.data.kemdiknas.go.id/page/data kemudian ikuti petunjuk seperti pada gambar dibawah ini





Jika anda masih mengalami kesulitan, silahkan menghubungi Pihak sekolah.
Lihat Selengkapnya ...

2 April 2013

Karya Wisata

Bulu - Tanggal 1 April 2013,  Segenap Guru MI Muhammadiyah 8 Bulu mengadakan Musyawarah Kegiatan Akhir tahun dan menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya adalah akan diadakannya Karya Wisata Ke Surabaya dengan tujuan :

  1. Surabaya Zoo (Kebun Binatang Surabaya)
  2. Jembatan Suramadu
  3. Pantai Kenjeran
  4. Masjid Cheng Ho (Apabila waktu memungkinkan)


dipilihnya lokasi tersebut tentunya bukan tanpa alasan. Bapak Moch. Noor Rohman, S.Ag selaku Kepala Madrasah memaparkan alasan perlunya siswa-siswi MI Muhammadiyah 8 Bulu untuk melihat secara langsung tempat-tempat yang sering disebut pada beberapa mata pelajaran yang disampaikan pada kegiatan pendidikan serta belajar mengajar setiap hari. Bapak Kepala Madrasah mengusulkan untuk mengajak peserta didik melihat secara langsung bagaimana rupa Jembatan Suramadu yang disebut sebagai jembatan terpanjang di Indonesia dan terpanjang ke-3 se-Asia Tenggara, dan juga bentuk Pantai yang sering disebut pada mata pelajaran IPS, dengan begitu  anak-anak tidak hanya mengetahui dari tayangan slide yang ditampilkan pada proses belajar mengajar, maupun dari televisi dan media lainnya. Sedangkan untuk lokasi Kebun binatang Surabaya, Bapak satu anak ini menjelaskan bahwa anak-anak juga perlu mengetahui secara langsung bagaimana kekayaan fauna Indonesia. Lebih lanjut Bapak yang akrab dipanggil Pak Moh ini menceritakan pengalamannya ketika langsung berbincang dengan salah satu siswanya dan menanyakan kepada siswanya tentang jerapah, ternyata anak ini menjawab hanya tahu jerapah dari buku dan tayangan televisi.
Mendengarkan penuturan Bapak Kepala Madrasah yang suka humor ini para Guru "manggut-manggut" kemudian sepakat untuk mengadakan karya wisata ke Kota Surabaya pada liburan akhir Semester Genap ini, tepatnya pada tanggal 25 Juni 2013 dengan biaya yang relatif murah dibandingkan manfaat yang akan diperoleh anak-anak yang berupa pengetahuan dan pengalaman secara langsung.
Lihat Selengkapnya ...

29 March 2013

4 Strategi Sukses Hadapi UN 2013


Menjelang Ujian Nasional (UN) 2013, siswa tahun akhir di berbagai jenjang terus mempersiapkan diri agar dapat menaklukkan berbagai soal yang diujikan sehingga dapat lulus dan tidak perlu mengulang. Namun, tanpa strategi persiapan yang tepat, hasilnya tentu tidak akan optimal pada saat ujian.

Pemerhati Pendidikan, Saufi Sauniwati, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para siswa saat tengah mempersiapkan diri. Pasalnya, terkadang anak-anak belajar dengan "menghajar" semua materi yang ada tanpa strategi yang benar sehingga justru tidak fokus pada pelaksanaannya.

"Semuanya ada strategi. Materi yang akan diujikan itu banyak sekali. Kalau belajar tanpa strategi, efeknya saat UN nanti tidak baik," kata Saufi saat Peluncuran Portal Latihan Ujian.com di FX Lifestyle Center, Jakarta, Selasa (26/3/2013).

1. Tak sekadar menghafal
Langkah pertama adalah penguasaan bahan yang akan diujikan. Yang dimaksud pada penguasaan bahan ini bukan sekadar menghafal semua materi yang ada. Namun, agar lebih mudah, biasakan diri berlatih soal untuk mengaplikasikan rumus yang ada dengan tepat.

"Sekarang semuanya dihafal, tapi tidak pernah dipraktikkan. Saat harus mengaplikasikan, pasti akan ada kesulitan," jelas Saufi.

2. Rajin evaluasi diri
Langkah kedua adalah rajin melakukan evaluasi diri. Ini berkaitan dengan latihan soal yang dilakukan oleh siswa. Latihan saja tidak cukup apabila tidak dievaluasi dengan baik. Evaluasi ini tidak hanya sekadar menilai benar dan salah, tetapi juga harus dievaluasi durasi pengerjaan soalnya.

3. Istirahat juga dong...
Langkah ketiga adalah membagi waktu antara belajar dan melepaskan penat. Saat menjelang UN, anak-anak biasanya belajar tiada henti dan ikut berbagai macam try out. Hal ini akan bermasalah jika tidak ada jeda untuk meregangkan pikiran dan dapat berakibat anak mengalami stress.

4. Berdoa
Langkah terakhir tentu saja berdoa agar diberi kelancaran. Tidak heran jika banyak sekolah yang kemudian menggelar doa bersama saat menjelang UN. Dengan berdoa ini, siswa dan guru dapat memperoleh ketenangan tersendiri sebelum dan saat UN.


Sumber : http://edukasi.kompas.com


Lihat Selengkapnya ...

Jadwal Ujian Nasional (UN) dan UN Susulan SD/MI

JADWAL UJIAN NASIONAL (UN) SD/MI
NoHari/TanggalWaktuMata UjianPengawas
1
Senin, 6 Mei 201308.00 - 10.00 WIBBahasa IndonesiaSilang SD/MI seKec. Balen
2
Selasa, 7 Mei 201308.00 - 10.00 WIBMatematikaSilang SD/MI seKec. Balen
3
Rabu, 8 Mei 201308.00 - 10.00 WIBIPASilang SD/MI seKec. Balen



JADWAL UJIAN NASIONAL (UN) SUSULAN SD/MI
NoHari/TanggalWaktuMata UjianPengawas
1
Senin, 13 Mei 201308.00 - 10.00 WIBBahasa IndonesiaSilang SD/MI seKec. Balen
2
Selasa, 14 Mei 201308.00 - 10.00 WIBMatematikaSilang SD/MI seKec. Balen
3
Rabu, 15 Mei 201308.00 - 10.00 WIBIPASilang SD/MI seKec. Balen


**Jadwal resminya bisa dilihat Disini


Lihat Selengkapnya ...

27 March 2013

Jadwal Ujian Akhir Semester Genap Kelas I - V


No Hari/Tanggal Waktu
(WIB)
Mata Ujian Pengawas
Kelas I - II
Pengawas
Kelas III - V
1
Senin,
10 Juni 2013
07.15 - 09.00
09.30 - 11.00
Matematika
Fiqih
Lasmirah, S.Pd.I
Nurhayati
Dafid Riyanto, S.Pd
M. Fadli, A.Ma
Masduki, S.Pd
Muniroh, S.Pd.I
2
Selasa,
11 Juni 2013
07.15 - 09.00
09.30 - 11.00
IPA
Qur'an Hadits

Lasmirah, S.Pd.I
Nurhayati
Masduki, S.Pd
Dafid Riyanto, S.Pd
M. Fadli, A.Ma
Nurhayati, S.Pd
3
Rabo,
12 Juni 2013
07.15 - 09.00
09.30 - 11.00
Bhs. Indonesia
Aqidah Akhlaq

Lasmirah, S.Pd.I
Nurhayati
M. fadli, A.Ma
Dafid Riyanto, S.Pd
M. Syifaul Musthofa, S.Pd
4
Kamis,
13 Juni 2013
07.15 - 09.00
09.30 - 11.00
IPS
KMD

Lasmirah, S.Pd.I
Nurhayati
M. Syifaul Musthofa. S.Pd
Dafid Riyanto, S.Pd
Nurhayati, S.Pd
Muniroh, S.Pd.I
5
Jum'at,
14 Juni 2013
07.15 - 09.00
09.30 - 11.00
PKn
Bhs. Arab

Lasmirah, S.Pd.I
Nurhayati
Masduki, S.Pd
M. Fadli. A.Ma
M.Syifaul Musthofa, S.Pd
Nurhayati, S.Pd
6
Sabtu,
15 Juni 2013
07.15 - 09.00
09.30 - 11.00
Bhs. Jawa
Bhs. Inggris
SKI

Lasmirah, S.Pd.I
Nurhayati
Masduki, S.Pd
M. Syifaul Musthofa, S.Pd
Nurhayati, S.Pd
Muniroh, S.Pd



**Jadwal bisa berubah


Lihat Selengkapnya ...

Jadwal Ujian Lesan dan Praktek Akhir Semester Genap

No Hari/Tanggal Waktu Mata Ujian Penguji
1
Senin, 3 Juni 2013 07.15 WIB s/d Selesai Praktek Wudlu
Tertib Sholat
Muniroh, S.Pd.I
Dafid Riyanto, S.Pd
2
Selasa, 4 Juni 2013 07.15 WIB s/d Selesai Tahfidz Do'a
Tahfidz Qur'an
Masduki, S.Pd
Dafid Riyanto, S.Pd
3
Rabu, 5 juni 2013 07.15 WIB s/d Selesai Qiro'atul Qur'anMuhammad Fadli, A.Ma
Masduki, A.Ma
4
kamis, 6 Junil 2013 07.15 WIB s/d Selesai Seni Budaya dan
Ketrampilan
Muniroh, S.Pd.I
Ika Ristiana, S.Pd.I
Nurhayati, S.Pd
5
Jum'at, 7 juni 2013 07.15 WIB s/d Selesai Bhs. Arab
Bhs. Inggris
Muhammad Fadli, A.Ma
M. Syifaul Musthofa, S.Pd
6
Senin, 8 Juni 201307.15 WIB s/d SelesaiPJOKMuhammad Fadli, A.Ma
M. Syifaul Musthofa, S.Pd


**Jadwal bisa berubah sesuai Keadaan
Lihat Selengkapnya ...

Jadwal UAM Muhammadiyah

No Hari/Tanggal Waktu Mata Ujian Pengawas
1
Senin, 1 April 2013 07.30 - 09.00 WIB
09.30 - 11.00 WIB
Matematika
Fiqih
Silang MI Muh seKec. Balen
2
Selasa, 2 April 2013 07.30 - 09.00 WIB
09.30 - 11.00 WIB
IPA
Qur'an Hadits
Silang MI Muh seKec. Balen
3
Rabu, 3 April 2013 07.30 - 09.00 WIB
09.30 - 11.00 WIB
Bhs. Indonesia
Aqidah Akhlaq
Silang MI Muh seKec. Balen
4
kamis, 4 April 2013 07.30 - 09.00 WIB
09.30 - 11.00 WIB
IPS
SKI
Silang MI Muh seKec. Balen
5
Jum'at, 5 April 2013 07.30 - 09.00 WIB
09.30 - 11.00 WIB
PKn
Bhs. Arab
Silang MI Muh seKec. Balen
6
Senin, 6 April 2013 07.30 - 08.45 WIB
08.00 - 09.15 WIB
09.30 - 10.45
KMD
Bhs. Inggris
Bahasa jawa
Silang MI Muh seKec. Balen
Lihat Selengkapnya ...

Jadwal UAMBN MI

No Hari/Tanggal Waktu Mata Ujian Pengawas
1
Senin, 25 Maret 2013 07.30 - 09.00 WIB
09.30 - 11.00 WIB
Qur'an Hadits
Akidah Akhlaq
Silang MIN/MIS seKec. Balen
2
Selasa, 26 Maret 201307.30 - 09.00 WIB
09.30 - 11.00 WIB
Fiqih
SKI
Silang MIN/MIS seKec. Balen
3
Rabo, 27 Maret 2013 07.30 - 09.00 WIB Bahasa Arab Silang MIN/MIS seKec.Balen
Lihat Selengkapnya ...

22 March 2013

Ceria Pandu Athfal di Lapangan Desa Kapas

Lihat Selengkapnya ...

Karya Wisata Jawa Tengah Tahun 2012

Lihat Selengkapnya ...

TC Daarul Arqom 1433 H

Lihat Selengkapnya ...

Malam Kesenian Pelepasan Siswa Kelas VI Tapel 2010/2011

Lihat Selengkapnya ...

Pelepasan Siswa Tahun 2011

Lihat Selengkapnya ...

WAHABISME DAN GERAKAN ISLAM DI INDONESIA

Dinamika, Pengaruh dan Perkembangan
Achmad Jainuri

(Guru Besar tentang Terorisme di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya; penulis The Formation of the Muhammadiyah’s Ideology 1912-1942 (Surabaya, IAIN Sunan Ampel Press, 1999)



Gerakan Wahabi, demikian kebanyakan orang menyebutnya, sebenarnya merupakan gerakan yang didasarkan pada pemikiran dan ajaran Muhammad ibn Abdul Wahhab (1703-1787). Di kalangan kaum Wahhabiyun sesungguhnya mereka ini lebih senang disebut kaum Muwahidun dari pada Wahabi. Persepsi orang di luar Wahabi menggolongkannya sebagai sebuah bentuk aliran (sekte) Islam, radikal, tidak toleran, anti tasawuf, penentang keras bid’ah, khurafat, dan takhayyul, bahkan dipandang sebagai ideologi terorisme. Benarkah semua label seperti ini ?

Pengakuan para pengikut Muhammad ibn Abdul Wahhab, seperti yang ditulis dalam “What does being Wahabi mean?” ( Saudiswoman’s Weblog), gerakan Muhammad ibn Abdul Wahhab sesungguhnya bukanlah sekte baru Islam. Gerakan ini mengajarkan orang untuk kembali kepada jalan yang benar dengan keyakinan tauhid yang benar. Muhammad ibn Abdul Wahhab tidak toleran terhadap praktik penyimpangan aqidah dan karena itu ia dikenal sebagai penentang keras bid’ah, khurafat, dan takhayyul. Ia tidak menentang tasawuf, karena dia sendiri belajar tasawuf, tetapi sangat anti pada praktik penyimpangan ajaran tasawuf. Ia menentang tradisi keagamaan masyarakat Arab saat itu yang sarat dengan praktik ritus magis, percaya dan menyembah-nyembah orang yang dianggap suci, pergi dan melakukan ritus di tempat yang dianggap bisa mendatangkan kebahagiaan. Bagi dia, keberhasilan seseorang terhadap apa yang diinginkan tidak boleh dilakukan dengan melakukan ritus magis dengan berbagai prasarat sesajian yang dipersembahkan kepada pohon, batu dan makam orang yang dianggap suci, tetapi melalui kerja keras. Muwahidun, demikian para pengagum Muhammad ibn Abdul Wahhab menambahkan, bukan gerakan ultra konservatif yang menentang hak-2 asasi manusia dan wanita.

Memang, gerakan Muhammad ibn Abdul Wahhab dikenal radikal dalam berpikir dan bertindak dalam meluruskan praktik keagamaan yang dianggap menyimpang. Radikalisme pikiran dapat dilihat dari ajarannya yang dalam beberapa hal berbeda dengan kaum Muslim kebanyakan, misalnya mengharamkan merokok, mewajibkan semua kaum Muslim untuk mengeluarkan zakat, baik yang miskin maupun yang kaya. Ada alasan mengapa gerakan Muhammad ibn Abdul Wahhab ini radikal, pertama, praktik kehidupan keagamaan masyarakat Arab yang dinilai jauh menyimpang dari ajaran Islam. Hal ini dipandang ironis karena Islam lahir di tanah Arab justru diselewengkan oleh masyarakat Arab sendiri. Bentuk-bentuk penyelewengan, seperti yang disebutkan di atas, menurut Ibn Abdul Wahhab sudah tidak bisa ditolerir lagi. Oleh karena itu, menurutnya, ekstremitas penyimpangan ajaran Islam masyarakat Muslim Arab yang dinilainya telah jauh harus diberantas secara radikal. Kedua adalah dukungan politik keluarga Ibn Sa’ud, yang secara resmi dinyatakan pada 1744 Masehi, yang memberikan kewenangan keagamaan pada Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan kewenangan politik diserahkan kepada keluarga Ibn Sa’ud. Muhammad ibn Abdul Wahhab mendapat gelar Shaikh sedang Ibn Sa’ud bergelar Amir. Kesepakatan inilah yang melandasi berdirinya Negara Arab Saudi modern dengan simbol pedang sebagai kekuasaan politik dan syahadah sebagai symbol ideologi keagamaan yang ada dalam struktur negara. Kesepakatan ini menempatkan ajaran Muhammad ibn Abd al-Wahhab sebagai paham resmi Negara dan keluarga Ibn Sa’ud memiliki kekuasaan politik yang berhak mengangkat para pejabat Negara dan pemerintah.

Pertanyaannya kemudian adalah: adakah pengaruh ajaran Muhammad ibn Abdul Wahhab ini terhadap gerakan Islam di Indonesia. Data-data sejarah memang agak sulit ditemukan bagaimana proses pengaruh itu berlangsung, apakah melalui kontak langsung dengan Muhammad ibn Abdul Wahhab, atau melalui publikasi. Kalau kontak langsung menjadi alasan adanya pengaruh itu, maka ini dikaitkan dengan aktivitas Haji Miskin dan kawan-kawan, yang dikenal Harimau nan Salapan, yang baru pulang haji dan kemudian mendorong munculnya gerakan Padri di Sumatra Barat pada abad ke-19. Kesamaan waktu Haji Miskin dan kawan-kawan menunaikan ibadah haji tatkala gerakan Ibn Abdul Wahhab mencapai kejayaannya di tanah Hijaz serta kerasnya pemberantasan bid’ah, khurafat, dan takhayyul yang dilakukan oleh Kaum Padri menjadikan alasan bahwa pengaruh itu ada. Tetapi satu hal yang perlu diklarifikasi adalah bahwa pengaruh itu terbentuk bukan karena Haji Miskin dan kawan-kawan berguru langsung kepada Ibn Abdul Wahhab, tetapi lebih dikarenakan suasana tanah Hijaz waktu itu yang diliputi oleh suasana ideologis Muhammad ibn Abdul Wahhab.

Demikian juga dengan gerakan-gerakan Islam di Indonesia yang muncul pada awal abad ke-20. Tidak jelas bagaimana orang mengkaitkan pengaruh ajaran Muhammad ibn Abdul Wahhab dengan Sarekat Islam, Muhammadiyah, Al-Irshad, Persatuan Islam (Persis), dan Nahdlatul Ulama (NU). Semua tokoh pendiri gerakan ini memang alumni Mekah melalui haji dan muqim. Mereka adalah Haji Samanhudi dan HOS Tjokroaminoto (SDI/SI), Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), Ahmad Al-Surkati (Al-Irshad), Haji Zamzam dan Muhammad Yunus (Persis), dan Haji Hasjim Ash’ari (NU). Ada beberapa aspek ajaran yang dikembangkan oleh Muhammadiyah, Al-Irshad, dan Persis mirip dengan yang dulu diajarakan oleh Ibn Abdul Wahhab, terutama aspek ajaran aqidah Islam. Namun kemiripan ini tidak harus disimpulkan bahwa ketiga gerakan ini sama dengan gerakan “Wahabi.” Haji Ahmad Dahlan dan Haji Hasjim Ash’ari, misalnya, belajar pada Shaikh Ahmad Khatib, seorang ulama asal Sumatra Barat yang menetap di Mekah. Meskipun Shaikh Ahmad Khatib tidak menganut orientasi ideologi keagamaan tertentu, tetapi ia memberikan kebebasan kepada para muridnya untuk membaca literatur keagamaan dari pemikir Muslim moderen yang tidak ia ajarkan.

Pengetahuan keagamaan yang diperoleh Ahmad Dahlan selama muqim di Mekah mewarnai paham keagamaan yang dikembangkan Muhammadiyah. Dari perspektif gerakan pembaharuan Islam di Indonesia awal abad ke-20, ilmu tauhid menjadi alat penting untuk memurnikan keyakinan Islam dari elemen khurafat dan takhayyul; ibadah dan fiqih digunakan membersihkan amal ibadah Islam dari pengaruh bid’ah; dan ilmu aritmatika diperlukan untuk penerapan hukum waris dan penentuan kalender serta waktu ibadah sehari-hari, termasuk untuk menentukan awal dan akhir Ramadhan. Dasar paham keagamaan yang ditanamkan oleh Ahmad Dahlan menjadi aspek ideologi Muhammadiyah yang sangat penting bersama dengan paham keagamaan dan pandangan dunia yang lain. Untuk yang disebut terakhir ini, pengaruh pikiran pembaharuan Muhammad Abduh melalui publikasi dan berbagai elemen budaya Barat yang diambil melalui orang-orang Belanda di Indoensia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari orientasi ideologi keagamaan Muhammadiyah yang berkemajuan.

Semangat sebagian kalangan yang menyamakan Muhammadiyah dengan “Wahabi” sesungguhnya adalah didasarkan pada ajaran Muhammadiyah yang anti bid’ah, khurafat, dan takhayyul. Meskipun dalam banyak aspek ajaran yang lain keduanya sangat berbeda. “Wahabi” belakangan menjadi istilah yang “mengerikan” karena dituduh menjadi dasar ideologi terorisme. Tuduhan ini membawa pada sebuah logika bahwa, karena, Muhammadiyah itu sama dengan “Wahabi”, maka Muhammadiyah juga sama dengan terorisme. Pelabelan (stereotyping) seperti ini selain membingungkan, karena keluar dari orang yang bingung, juga tidak berdasar. Pertama, jika salah satu faktor munculnya terorisme adalah karena kebijakan politik Barat terhadap dunia Muslim yang tidak bisa diterima oleh sebagian dunia Muslim, dan karenanya kemudian muncul sikap anti-Barat dari kaum teroris. Dalam kaitan ini “Wahabi,” yang berkembang di tanah Hijaz dulu, tidak pernah bersinggungan dengan Barat. Selain itu, kerajaan Arab Saudi, yang berideologi Wahabiyah itu merupakan sekutu dekat negara-negara Barat sekarang ini, terutama Amerika Serikat. Kedua, orientasi gerakan “Wahabi” sesungguhnya lebih mengarah pada kritik internal kondisi kehidupan keagamaan kaum Muslimin, bukan perlawanan terhadap kaum non-Muslim, apalagi bangsa Barat. Sedang terorisme merupakan aksi perlawanan terhadap Barat yang dinilainya represif, tidak adil, dan fitnah. Oleh karena itu sebuah tesis yang menyebut Wahabisme sebagai ideolog gerakan terorisme perlu untuk dikaji lanjut.

Sumber :
http://www.sdm4sby.com/web/index.php?option=com_content&view=article&id=172:wahabisme-dan-gerakan-islam-di-indonesia&catid=45:pendidikan&Itemid=83
Lihat Selengkapnya ...